"Kekuatan Iman"by : riamuhe
Tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan, dan janganlah kamu tolong menolong dalam keburukan…” (QS.Al-Maidah 2) manusia sebagai makhluk yang memiliki kesempurnaan dalam jasad dan akal ternyata masih punya banyak kelemahan, tidak dapat digambarkan seberapa banyak kekurangan yang ada dalam dirinya. Tidak ada makhluk yang dapat hidup sendiri di dunia ini, semuanya saling membutuhkan, pernahkah anda membayangkan jika didunia ini tidak ada tumbuhan maka pasti kita manusia dan makhluk lainnya sudah punah dari dulu, pernahkan anda banyakan andai saja tidak ada atmosfir di udara yang melapisi bumi tempat kita tinggal…?

ya..anda pasti sudah tahu bahwa manusia dan makhluk dialam semesta ini saling membutuhkan satu dengan yang lainya. Apakah anda – anda yang terlahir dari orang tua yang kebetulan memiliki harta banyak lantas bangga dengan harta yang anda miliki, atau anda para pejabat yang dengan jabatannya lantas bisa berbuat seenaknya, atau anda orang-orang miskin yang tiap hari mengemis dan meminta belas kasih orang lain akan merasa iba dengan nasib kalian lantas kalian mengutuk kehidupan ini..?
wahai sahabatku yang mulia, anda saja anda mau merenung dan memahami arti dari sebuah kehidupan maka anda akan menyadari bahwa kita tidak lebih dari sekedar bermain sinetron belaka, kita yang jadi pemainnya sementara Allah swt adalah sutradaranya.

pernahkah anda lihat atau dengar diseluruh pelosok negeri dan alam ini, ada bayi yang terlahir dari rahim ibunya membawa emas atau membawa berlian, pernah..?kalau pernah saya pasti rela mengawini perempuan itu meski usianya jauh diatas saya asalkan dia bisa melahirkan anak saya..!!!hehehehehe…

sahabatku mari kita merenung sebentar, dengar kisah singkat berikut ini :

dahulu ada seorang anak muda yang sangat miskin. Penghasilan dia hanya cukup untuk makan 1 hari saja,maklum saja dia bekerja sebagai buruh kasar disebuah pasar. Tiap hari dia kerja peras keringat- banting tulang, meski begitu dia tidak lupa pada Tuhannya. Kehidupannya meski diliputi kemiskinan dan kemalangan harta namun dia tidak pernah mengeluh sama sekali bahkan dia selalu bersyukur dengan nikmat yang diberikan oleh Tuhannya.

Suatu ketika terjadilah hal yang sangat menyentuh hati dan fikirannya, suatu hari saat dia sedang kerja dipasar tanap sengaja dia menunpahkan barang dagangan seorang yang kaya raya, lantas saking berangnya sang pemiliki barang tersebut memcaci maki pemuda itu, Habis-habis dia dihina dan maki,segala macam kata-kata kotor dan hina dia terima bahkan orang kaya tersebut menyuruh bodyguard-bodyguarnya untuk memukul pemuda itu sampai pemuda itu babak belur.

Akhirnya pemuda itu pulang dan meratapi nasibnya dalam hatinya dia berkata ” Yaa..Allah inikah nasib orang miskin hidup selalu dihina dan dicaci,dimana rasa keadilan Mu yaa Rab..? mulai hari ini saya bersumpah mulai besok saya akan bekerja siang dan malam agar saya bisa jadi orang kaya dan tidak dihina orang lagi jika engkau memang Maha Mendengar maka Kabulkanlah Permintaan Hamba-Mu ini”. Rupanya sumpah pemuda tersebut menjadi awal babak baru dalam kehidupan pemuda itu, ya tiap hari dia selalu mencari uang dan bekerja sampai melupakan Tuhannya yang selama ini mendampingi dirinya dalam keadaan serba kekurangan.

Hari demi hari dia lalui dengan bekerja sampai akhirnya dia berhasil menjadi orang yang sangat kaya raya di negeri itu. Hartanya berlimpah bahkan dia diangkat menjadi pejabat dinegeri tersebut, Namun apa yang terjadi..?

Setelah dia menjadi orang yang sangat kaya raya dan memiliki jabatan yang bagus, Lalu apakah dia bahagia…?

Ternyata saat dia memiliki semua yang ada didunia ini perasaannya malah semakin kosong, hati dan fikirannya semakin hampa,jiwa dan raganya tidak lagi merasakan kenyamanan dalam kehidupan. meski dia hidup serba kecukupan ternyata dia masih diliputi rasa kecemasan. Bahkan tidak jarang dia mersa was-was dengan hartanya dia takut jika pada malam harinya dia akan didatangi oleh perampok atau pembunuh bayaran yang disewa oleh musuh politiknya di negeri itu atau oleh orang-orang yang tidak senang dengan dia, sehingga tiap hai demi hari dia lalui dengan kecemasan dan ketakutan.

Pada suatu hari dia lewat depan pasar tempat dia bekerja dahulu, lalu dia melihat ada seorang anak muda yang sedang bekerja sebagai buruh kasar di pasar itu, maka spontanlah dia teringat pada masa lalunya dulu saat dia masih menjadi orang miskin. rupanya kejadian itu membuat dia rindu akan masa-masa dulu saat dia jadi orang miskin, dalam hati dia berkata “dahulu aku memang miskin tetapi hatiku tenang dan tentram,hidupku damai, tapi sekarang meski hidupku serba kecukupan ternyata aku hanyalah tidak lebih dari seorang budak” ya wajar saja hatinya berkata seperti itu, siang dan malam dia habiskan hanya untung mencari kekayaan yang bahkan dia sendiri tidak menikmati harta tersebut, bagaimana dia bisa menikmati jika pagi hari dia kerja mengurus perniagaanya lantas dia juga merangkap menjadi pejabat yang kadang sampai malam hari tugasnya belum jg selesai. Bisa anda bayangkan jika ada orang yang banyak hartanya namun memiliki sedikit waktu untuk istirahat, apakah mungkin dia masih bisa merasakan nikmatnya jerih payah dia..?

anda ingin tahu kelanjutan cerita Pemuda tersebut..?

tunngu saya di artikel pemuda,miskin,dan harta,serta kedamaian V.2